Rabu, 23 Januari 2013

Installasi Microtik Router






Installasi Mikrotik Router

1. Booting melalui CD-ROM

2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

Modul mikrotik router Os

3

3. Ketik “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu pilihan seperti ini :

- Do you want to keep old configuration ? [ y/n] ketik Y - Continue ? [ y/n] ketik Y

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri.

Proses Installasi

Modul mikrotik router Os

4

4. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.

5. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “ .

Modul mikrotik router Os

5

6. Setelah itu akan muncul menu login Mikrotik login = admin Password = ( kosong , enter saja )

7. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali sampai muncul prompt untuk command line.

Prompt command line :

Modul mikrotik router Os

6

Modul 2

Basic Command Summary on executing the commands and navigating the menus Command Action command [Enter] Executes the command [?] Shows the list of all available commands command [?] Displays help on the command and the list of arguments command argument [?] Displays help on the command's argument [Tab] Completes the command/word. If the input is ambiguous, a second [Tab] gives possible options / Moves up to the base level /command Executes the base level command .. Moves up one level

List of commands

Commands certificate import log ppp redo Special- login driver interface password queue routing system ip ping quit setup tool file isdn-channels user export port radius snmp undo

Modul mikrotik router Os

7

Modul 3 Setting IP Address, Gateway & Name server 1. IP Address Bentuk perintah konfigurasi

ip address add address={ ip address / netmask } interface={ nama interface, ether1 atau ether2 bila ada 2 network card }

Contoh konfigurasi :

Perintah ip address print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi. 2. Gateway Bentuk perintah konfigurasi :

ip route add gateway={ ip gateway }

Contoh konfigurasi :



Modul mikrotik router Os

8

Perintah ip route print adalah untuk melihat routing table. 3. Name Server Bentuk perintah konfigurasi : ip dns set primary-dns={ dns utama } seconday-dns={ dns ke dua }

Contoh konfigurasi :

Perintah ip dns print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi dns.

Modul mikrotik router Os

9

MODUL 4 Setting Routing Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya baik LAN ke LAN atau ke WAN sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Tujuan dari routing adalah agar paket IP kita dikirim sampai pada target, begitu juga paket IP yang ditujukan untuk kita sampai dengan baik. Target atau destination ini bisa berada dalam 1 jaringan atau pun berbeda jaringan baik secara topologis maupun geografis.

a. Routing static Bentuk Perintah konfigurasi : ip route add dst-address={ ip network atau ip host yang dituju } gateway={ ip gateway untuk melewati paket }

Contoh konfigurasi :

Artinya tujuan network 192.168.0.0/24 lewat gateway 172.99.77.2

Artinya tujuan host 202.10.56.2 lewat gateway 203.33.45.6

Modul mikrotik router Os

10

b. Routing untuk 2 isp Routing untuk 2 isp atau lebih ini bisa kita analogikan ketika kita dihadapkan pada masalah memakai 2 atau lebih koneksi, salah satu permasalahannya juga adalah apabila isp pertama memberikan banwidth yang berbeda dengan isp yang kedua, hal ini bisa kita lakukan dengan mikrotik yaitu dengan membagi atau balance paket data ( Static Equal Cost Multi-Path Routing ) .

Contoh perintah konfigurasi :

ip route add gateway=192.168.1.1,192.168.2.1,192.168.2.1

Note : Perintah diatas mendefinisikan bahwa besar bandwidth dari gateway 192.168.2.1 lebih besar 2 kali dari bandwidth yang didapat dari gateway 192.168.1.1 , jadi bisa diartikan untuk routing lebih dari 1 isp ini harus diketahui besar bandwith mana yang lebih besar yang diberikan setelah itu kita bisa memasukan konfigurasi seperti diatas.

Modul mikrotik router Os

11

Modul 5 Network Address Translation & Transparent Proxy Server with Web Proxy

1. Network Address Translation

Misi awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non- profit. Pada awalnya, Internet didesain tanpa memperhatikan dunia bisnis. Kemudian hal ini menjadi masalah sekarang dan di masa depan. Dengan semakin banyaknya penghuni Internet, baik pencari informasi maupun penyedia informasi, maka kebutuhan akan pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN- LAN di lembaga pendidikan.

IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address public dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat menghemat IP address. Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah dengan meng-share suatu nomor IP address public ke komputer client lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet walau kita hanya memiliki satu IP address public. Salah satu Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT)

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface= { ether yang langsung terhubung ke internet langsung atau public }

Modul mikrotik router Os

12

Contoh konfigurasi :

Perintah ip firewall nat print adalah untuk melihat table nat.

2. Transparent Proxy Server Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam caching server. Transparent proxy menguntungkan dalam management client, karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi server.

Bentuk perintah konfigurasi : a. Setting web proxy : - ip proxy set enable=yes port={ port yang mau digunakan } maximal-client-connections=1000 maximal-server-connections=1000 - ip proxy direct add src-address={ network yang akan di NAT} action=allow - ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional} hostname={ nama host untuk proxy/optional} port={port yang mau digunakan}

Modul mikrotik router Os

13

src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi ke parent proxy/default 0.0.0.0} transparent-proxy=yes max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan sebagai cache/default 4096 in Kilobytes} max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan dipakai sebagai penyimpan file cache/ unlimited | none | 12 in megabytes} cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan apabila proxy eror, status akan dikirim ke email tersebut} enable==yes

Contoh konfigurasi :

Note : ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy} ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

Modul mikrotik router Os

14

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi : ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports={ port proxy }

Contoh konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

15

Modul 6 DHCP Server DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi :

ip dhcp-server setup dhcp server interface = { interface yang digunakan } dhcp server space = { network yang akan di dhcp } gateway for dhcp network = { ip gateway } address to give out = { range ip address } dns servers = { name server } lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Contoh konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

16

MODUL 7 Bandwidth Management

QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk memanagement bandwidth.

Contoh Implementasinya seperti di bawah ini : A. Cara 1 Bentuk perintah konfigurasi:

queue simple add name={ nama } target-addresses={ ip address yang dituju } interface={ interface yang digunakan untuk melewati data } max-limit={ out/in }

Contoh Konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

17

B. cara 2

1. Browse ip router lewat browser kesayangan anda. 2. Masuk ke Menu Simple Queues

Lalu Isi seperti yang direncanakan :

Modul mikrotik router Os

18

Keterangan :

a. Name = Nama untuk class b. Out-limit = Bandwidth yang keluar atau uplink c. In-limit = Bandwidth yang masuk atau downlink d. Target-ip = IP address yang dituju e. Interface = Ethernet yang di gunakan untuk keluar data menuju target ip f. Time = Waktu yang diberikan untuk pemakaian bandwidth g. Days = Hari yang diberikan untuk pemakaian bandwidth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar