Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Installasi Microtik Router






Installasi Mikrotik Router

1. Booting melalui CD-ROM

2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

Modul mikrotik router Os

3

3. Ketik “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu pilihan seperti ini :

- Do you want to keep old configuration ? [ y/n] ketik Y - Continue ? [ y/n] ketik Y

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri.

Proses Installasi

Modul mikrotik router Os

4

4. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.

5. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “ .

Modul mikrotik router Os

5

6. Setelah itu akan muncul menu login Mikrotik login = admin Password = ( kosong , enter saja )

7. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali sampai muncul prompt untuk command line.

Prompt command line :

Modul mikrotik router Os

6

Modul 2

Basic Command Summary on executing the commands and navigating the menus Command Action command [Enter] Executes the command [?] Shows the list of all available commands command [?] Displays help on the command and the list of arguments command argument [?] Displays help on the command's argument [Tab] Completes the command/word. If the input is ambiguous, a second [Tab] gives possible options / Moves up to the base level /command Executes the base level command .. Moves up one level

List of commands

Commands certificate import log ppp redo Special- login driver interface password queue routing system ip ping quit setup tool file isdn-channels user export port radius snmp undo

Modul mikrotik router Os

7

Modul 3 Setting IP Address, Gateway & Name server 1. IP Address Bentuk perintah konfigurasi

ip address add address={ ip address / netmask } interface={ nama interface, ether1 atau ether2 bila ada 2 network card }

Contoh konfigurasi :

Perintah ip address print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi. 2. Gateway Bentuk perintah konfigurasi :

ip route add gateway={ ip gateway }

Contoh konfigurasi :



Modul mikrotik router Os

8

Perintah ip route print adalah untuk melihat routing table. 3. Name Server Bentuk perintah konfigurasi : ip dns set primary-dns={ dns utama } seconday-dns={ dns ke dua }

Contoh konfigurasi :

Perintah ip dns print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi dns.

Modul mikrotik router Os

9

MODUL 4 Setting Routing Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya baik LAN ke LAN atau ke WAN sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Tujuan dari routing adalah agar paket IP kita dikirim sampai pada target, begitu juga paket IP yang ditujukan untuk kita sampai dengan baik. Target atau destination ini bisa berada dalam 1 jaringan atau pun berbeda jaringan baik secara topologis maupun geografis.

a. Routing static Bentuk Perintah konfigurasi : ip route add dst-address={ ip network atau ip host yang dituju } gateway={ ip gateway untuk melewati paket }

Contoh konfigurasi :

Artinya tujuan network 192.168.0.0/24 lewat gateway 172.99.77.2

Artinya tujuan host 202.10.56.2 lewat gateway 203.33.45.6

Modul mikrotik router Os

10

b. Routing untuk 2 isp Routing untuk 2 isp atau lebih ini bisa kita analogikan ketika kita dihadapkan pada masalah memakai 2 atau lebih koneksi, salah satu permasalahannya juga adalah apabila isp pertama memberikan banwidth yang berbeda dengan isp yang kedua, hal ini bisa kita lakukan dengan mikrotik yaitu dengan membagi atau balance paket data ( Static Equal Cost Multi-Path Routing ) .

Contoh perintah konfigurasi :

ip route add gateway=192.168.1.1,192.168.2.1,192.168.2.1

Note : Perintah diatas mendefinisikan bahwa besar bandwidth dari gateway 192.168.2.1 lebih besar 2 kali dari bandwidth yang didapat dari gateway 192.168.1.1 , jadi bisa diartikan untuk routing lebih dari 1 isp ini harus diketahui besar bandwith mana yang lebih besar yang diberikan setelah itu kita bisa memasukan konfigurasi seperti diatas.

Modul mikrotik router Os

11

Modul 5 Network Address Translation & Transparent Proxy Server with Web Proxy

1. Network Address Translation

Misi awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non- profit. Pada awalnya, Internet didesain tanpa memperhatikan dunia bisnis. Kemudian hal ini menjadi masalah sekarang dan di masa depan. Dengan semakin banyaknya penghuni Internet, baik pencari informasi maupun penyedia informasi, maka kebutuhan akan pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN- LAN di lembaga pendidikan.

IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address public dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat menghemat IP address. Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah dengan meng-share suatu nomor IP address public ke komputer client lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet walau kita hanya memiliki satu IP address public. Salah satu Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT)

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface= { ether yang langsung terhubung ke internet langsung atau public }

Modul mikrotik router Os

12

Contoh konfigurasi :

Perintah ip firewall nat print adalah untuk melihat table nat.

2. Transparent Proxy Server Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam caching server. Transparent proxy menguntungkan dalam management client, karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi server.

Bentuk perintah konfigurasi : a. Setting web proxy : - ip proxy set enable=yes port={ port yang mau digunakan } maximal-client-connections=1000 maximal-server-connections=1000 - ip proxy direct add src-address={ network yang akan di NAT} action=allow - ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional} hostname={ nama host untuk proxy/optional} port={port yang mau digunakan}

Modul mikrotik router Os

13

src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi ke parent proxy/default 0.0.0.0} transparent-proxy=yes max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan sebagai cache/default 4096 in Kilobytes} max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan dipakai sebagai penyimpan file cache/ unlimited | none | 12 in megabytes} cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan apabila proxy eror, status akan dikirim ke email tersebut} enable==yes

Contoh konfigurasi :

Note : ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy} ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

Modul mikrotik router Os

14

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi : ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports={ port proxy }

Contoh konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

15

Modul 6 DHCP Server DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi :

ip dhcp-server setup dhcp server interface = { interface yang digunakan } dhcp server space = { network yang akan di dhcp } gateway for dhcp network = { ip gateway } address to give out = { range ip address } dns servers = { name server } lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Contoh konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

16

MODUL 7 Bandwidth Management

QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk memanagement bandwidth.

Contoh Implementasinya seperti di bawah ini : A. Cara 1 Bentuk perintah konfigurasi:

queue simple add name={ nama } target-addresses={ ip address yang dituju } interface={ interface yang digunakan untuk melewati data } max-limit={ out/in }

Contoh Konfigurasi :

Modul mikrotik router Os

17

B. cara 2

1. Browse ip router lewat browser kesayangan anda. 2. Masuk ke Menu Simple Queues

Lalu Isi seperti yang direncanakan :

Modul mikrotik router Os

18

Keterangan :

a. Name = Nama untuk class b. Out-limit = Bandwidth yang keluar atau uplink c. In-limit = Bandwidth yang masuk atau downlink d. Target-ip = IP address yang dituju e. Interface = Ethernet yang di gunakan untuk keluar data menuju target ip f. Time = Waktu yang diberikan untuk pemakaian bandwidth g. Days = Hari yang diberikan untuk pemakaian bandwidth
Read more »»  

Tutorial Debian-Linux






Login ke sistem (via terminal only)

Dalam linux, user dibagi menjadi dua. Ada User biasa, dan ada juga Super User yg disebut “root”. Atau dalam windows, kita kenal dengan “Administrator”. Untuk melakukan konfigurasi yg menyangkut sistem, maka kita membutuhkan Hak Akses Penuh (SuperUser).

Jika kita masih user biasa, maka bertandakan “$”. Dan jika kita sudah root, maka ditandakan “#”.

a. Quick Way Untuk cara cepatnya, tinggal tambahkan perintah “sudo” sebelum perintah selanjutnya. pudja@debian:~$ sudo vim /etc/network/interfaces b. Safety Way pudja@debian:~$ su password: (isikan passwd untuk root)

Konfigurasi Ip Address

Terlebih dahulu, pastikan Ethernet sudah terpasang di komputer. Di linux, Interface Ethernet pertama disebut “Eth0”.

a. Quick Way (Cara Cepat) debian:~# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 up Kelemahanya, jika komputer di restart, maka konfigurasi di atas akan hilang (A.K.A “Sementara”). b. Safety Way  File konfigurasinya terletak di direktori “/etc/network/interface”. Kemudian edit dengan nano, vi, atau vim.

debian:~# vim /etc/network/interfaces

Dan tambahkan Ip Address seperti gambar di atas. Untuk INSERT, tekan tombol “i”. Kemudian simpan, dengan menekan “Esc”, lalu tekan “:” dan tuliskan “wq” (WriteQuit) atau untuk keluar saja tekan “q!” (Quit(NoSave)).

 Lihat hasil konfigurasi.

debian:~# ifconfig

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 2

Jika interface sudah masuk seperti diatas, berarti berhasil.

 Restart Network

debian:~# /etc/init.d/networking restart

Merubah Nama Host (komputer)

Merubah nama host, ini berfungsi untuk nama komputer kita pada jaringan lokal,agar dapat dikenali.

debian:~# vim /etc/hosts

Kemudian tambahkan HOSTnya, dibelakang Ip Address.

Menambahkan DNS

Untuk bisa konek ke Internet, maka kita perlu menambahkan DNS yg kita dapat dari ISP.

debian:~# vim /etc/resolv.conf

Dan tambahkan seperti berikut (sesuaikan dengan jaringan Anda).

Konfigurasi Repositori

Repositori ini fungsinya, agar kita dapat mengInstall paket2 software pada debian Lenny. Misalnya via CD, FTP, HTTP dll. Untuk file konfigurasinya terletak di “/etc/apt/source.list”.

debian:~# vim /etc/apt/source.list

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 3

Kemudian beri tanda “#” untuk disable, pada source yg dirasa tidak perlu. Misal, disini saya tidak terkoneksi ke Internet, maka saya hanya membutuhkan source dari CD saja. Maka saya memberi tanda “#” pada semua source, kecuali dari CD-ROM.

Setelah itu Update daftar paket2nya.

debian:~# apt-get update

SSH Server

Seperti pada Windows, yg terkenal dengan Remote via TelnetNya. Tapi... di linux kita menggunakan SSH (Secure Shell) karena lebih aman dan nyaman. Dengan mengInstall SSH Server, kita dapat menjalankan komputer Server dari manapun kita berada, asalkan terkoneksi ke Server (Lokal Only(Kecuali Ip Public)).

debian:~# apt-get install openssh-server

Dan untuk mengeTestnya,

debian:~# ssh localhost (via Localhost(server)) debian:~# ssh 192.168.1.1 (via Jaringan Lokal)

Untuk OS. Windows. Maka kita memerlukan aplikasi tambahan untuk SSH ClientNya. Anda bisa menggunakan putty (www.putty.nl).

DNS Server

DNS (Domain Name System) untuk nama domain jaringan.

a. Install “bind9”. debian:~# apt-get install bind9 b. Daftarkan domain kita pada file “named.conf”. debian:~# vim /etc/bind/named.conf

Note: .* file forward dan reverse nanti akan kita letakan di direktori “/var/cache/bind/” .* 192.in-addr.arpa << “192” adalah subnet pertama dari Ip Address. .* zone “debian.edu” << “debian.edu” adalah nama DNS kita.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 4

c. Edit file FORWARD (Menerjemahkan Nama Domain ke Ip Address). Untuk mempermudah, copy saja file default yg sudah ada. debian:~# cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.debian debian:~# nano /var/cache/bind/db.debian

Note: .* www << jika kita nanti mengInstall Web Server .* ftp << jika nanti mengInstall FTP Server .* mail << jika ingin mengInstall Mail Server .* forum << sub domain, misal ingin membuat Multiple Website d. Edit file REVERSE (Menerjemahkan Ip Address ke Nama Domain). Untuk mempermudah, copy saja file default yg sudah ada. debian:~# cp /etc/bind/db.127 /var/cache/bind/db.192 debian:~# vim /var/cache/bind/db.192

Note: .* 1.1.168 << adalah tiga subnet belakang Ip Address, dan di balik. e. Restart bind9. debian:~# /etc/init.d/bind9 restart f. Test DNS Server. debian:~# nslookup 192.168.1.1 (reverse)

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 5

debian:~# nslookup debian.edu (forward)

WEB Server

Untuk membuat Web Server yg handal, maka server kita juga harus mendukung syarat2 untuk membuat website. Misal harus ada Apache(web server), PHP(pemrograman web), MYSQL(database). a. Install paket software debian:~# apt-get install apache2 php5 phpmyadmin mysql-server Kemudian muncul PopUp window, dan isikan passwd untuk user “root”. Dan pilih “apache2” sbg web server. b. Edit virtual host debian:~# cd /etc/apache2/sites-available/ debian:/etc/apache2/sites-available# cp default debian debian:/etc/apache2/sites-available# vim debian

Note: .* ServerName << Domain untuk website kita .* DocumentRoot << Direktori untuk web kita c. Aktifkan virtual host debian:/etc/apache2/sites-available# a2ensite debian debian:/etc/apache2/sites-available# a2dissite default d. Agar dapat berfungsi untuk Multiple Website (Ex: untuk Mail, FTP, atau Forum). debian:~# echo “NameVirtualHost *” > /etc/apache2/conf.d/virtual.conf e. Buat direktori untuk webnya “public_html” debian:/home/pudja# mkdir www debian:/home/pudja# cd www/ debian:/home/pudja/www# mkdir public_html Dan letakan paket web Anda pada direktori tersebut. Misal contoh paket Webnya; Wordpress, Joomla, phpBB, Druppal, B2evolution, dll. f. Buat Databasenya Buka web browser, dan pergi ke http://www.debian.edu/phpmyadmin (ganti “debian.edu” dengan nama domain Anda). User = root Password = (sesuai passwd ketika Anda mengInstall mysql-server tadi) Setelah masuk, buat Database baru.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 6

g. Install paket Webnya (disini saya menggunakan Joomla). Arahkan web browser ke http://www.debian.edu (sesuaikan dgn domain Anda). Kemudian kita akan dihadapkan dgn Page Installation.

Kadang kala, seperti gambar diatas, sistem tidak dapat menulis file “configuration.php” dapat direktori “public_html”. Dikarenakan direktori tersebut mode read-only. Rubah agar menjadi writeable. debian:/home/pudja/www# chmod 777 public_html

Maka file akan berubah “writeable”.

Selanjutnya klik next, dan sampailah kita dimana harus mengIsi databasenya. Isikan seperti gambar di bawah ini.

Dan selanjutnya klik Next, dan isikan informasi2 tentang web Anda nantinya, kemudian klik finish. Oh iya, satu hal lagi, untuk joomla, ketika Anda sudah selesai mengInstallnya, maka website Anda tidak akan otomatis muncul, dan muncul peringatan. Karena folder “installation” belum dihapus atau direname. debian:/home/pudja/www/public_html# mv installation/ /home/ (Cut&Paste)

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 7

Selanjutnya REFRESH web browser, dan arahkan ke www.debian.edu (sesuaikan).

Tampilan Joomla (YOO Modification).

Tampilan HTML Sederhana.

SAMBA Server

Samba Server berfungsi sebagai file server, untuk file sharing dalam jaringan local. Samba telah terakomodasi, sehingga dapat berjalan dalam lingkungan linux maupun windows.

a. Install Paket (samba). debian:~# apt-get install samba samba-client b. Mebuat direktori file server. debian:~# mkdir /home/pudja/share debian:~# chmod 777 /home/pudja/share (ubah permission jadi 777). c. Buat user yg boleh akses.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 8

debian:~# useradd tamu debian:~# smbpasswd –a tamu d. Edit file konfigurasi (smb.conf). debian:~# vim /etc/samba/smb.conf Kemudian edit seperti berikut : workgroup = debianNetwork (sesuaikan dengan jaringan Anda).  User Mode (dengan Password);

 Guest Mode (tanpa Password);

e. Restart samba server. debian:~# /etc/init.d/samba restart f. Untuk mengCheck, gunakan aplikasi testparm. debian:~# testparm

g. Untuk mencoba, gunakan samba client (localhost).

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 9

debian:~# smbclient –L //debian.edu –U tamu

FTP Server

a. Install Paket (proftpd / vsftpd ). debian:~# apt-get install proftpd\ b. Buat direktori file ftp. debian:~# mkdir /home/mansyurin/ftp debian:~# chmod 777 /home/mansyurin/ftp c. Edit file konfigurasi (proftpd.conf). debian:~# vim /etc/proftpd/proftd.conf Dan tambahkan baris berikut, di bawah sendiri. Dan User sesuaikan dgn kemauan Anda.

d. Buat User untuk akses ftp server. debian:~# useradd –d /home/mansyurin/ftp/ ftp123 debian:~# passwd ftp123 e. Restart ftp server. debian:~# /etc/init.d/proftpd restart f. Check ftp melalu Web Browser. Pada url address, pergi ke ftp://debian.edu dan jika muncul windows isian user, masukan user dan passwordnya.

Atau jika anda ingin meng-Upload file, gunakan aplikasi tambahan untuk ftp client, bisa FileZilla.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 10

DHCP Server

a. Install Paket (dhcp3-server). debian:~# apt-get install dhcp3-server b. Tentukan interface / ethernet mana yang akan melayani Dinamic Ip. debian:~# vim /etc/default/dhcp3-server Pada bagina “INTERFACE”, isikan interfacenya. INTERFACE=”eth0” c. Edit file konfigurasi (dhcpd.conf) debian:~# vim /etc/dhcp3/dhcpd.conf

d. Restart dhcp server. debian:~# /etc/init.d/dhcp3-server restart e. Kemudian check pada PC client.

MAIL Server

Sebelumnya kita install beberapa paket yang akan kita butuhkan, diantaranya adalah “postfix”, “courier- imap” , “courier-pop” dan “squirrelmail”. Disini saya menginstall keempat paket tersebut dalam satu perintah, namun lebih amannya anda menginstall paket tersebut satu persatu.

a. Install packet dan dependency-nya. debian:~# apt-get install postfix squirrelmail courier-imap courier-pop 1. Pilih No 2. Tekan Tab, lalu pilih Ok

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 11

3. Pilih Internet Site

4. Isikan Domain, pada System mail name: ketiklah seperti dns anda, misal debian.edu kemudian OK.

b. Edit File “apache2.conf” debian:~# vim /etc/apache2/apache2.conf Pada baris terakhir tambahkan kata berikut;

c. Edif file konfigurasi squirrel. debian:~# vim /etc/squirrelmail/apache.conf

Ubah baris diatas seperti berikut di bawah.

d. Restart web server (apache). debian:~# /etc/init.d/apache2 restart Kemudian pada computer Client Coba buka browser dan ketikkan “mail.debian.edu” maka anda akan otomatis di-redirect ke alamat “mail.debian.edu/scr/login.php”.

e. Buat direktori mail. debian:~# maildirmake /etc/skel/Maildir f. Buat 2 User (untuk testing). debian:~# adduser sender debian:~# adduser receiver g. Edit file postfix. debian:~# vim /etc/postfix/main.cf

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 12

Dan tambahkan satu baris berikut, di baris paling bawah.

h. Restart for finishing. debian:~# /etc/init.d/postfix restart debian:~# /etc/init.d/courier-imap restart debian:~# /etc/init.d/courier-pop restart i. Testing the mail server.

NAT Server (Router)

Untuk membuat router, minimal anda harus membutuhkan dua Interface / Ethernet. Dan jika terpaksa, anda bisa menggunakan Ip Alias :D

a. Edit Interface debian:~# vim /etc/network/interface

Dan tambahkan interface, sehingga menjadi 2 interface seperti diatas. Ingat, kita juga harus memasang EthernetNya (Hardware). b. Restart network. debian:~# /etc/init.d/networking restart c. Aktifkan IP Forward.  Quick Way (temporary) debian:~# echo ”1” >> /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 13

 Safety Way (forever) debian:~# vim /etc/sysctl.conf Hilangkan tanda pagar pada baris berikut

debian:~# sysctl –p

d. Konfigurasi IPTABLES debian:~# iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth1 –j MASQUERADE Check apakah sudah di NAT debian:~# iptables –t nat –nL

e. Save konfigurasi IPTABLES debian:~# iptables-save > /home/mansyurin/iptables.conf f. Buat Restore Point  Cara1; debian:~# vim /etc/network/interface Pada file interface, tambahkan baris berikut pada baris paling bawah. up command iptables-restore < /home/mansyurin/iptables.conf  Cara2; debian:~# vim /etc/network/if-up.d/iptables.conf

 Cara3; debian:~# vim /etc/rc.local Tambahkan baris berikut diatas kata ”exit 0”, iptables-restore < /home/mansyurin/iptables.conf

PROXY Server

a. Install paket (squid). debian:~# apt-get install squid debian:~# /etc/init.d/squid stop

b. Edit file konfigurasi (squid.conf) debian:~# nano /etc/squid/squid.conf Cari dan hilangkan tanda ”#” pada bagian berikut. Pada nano, sudah ada fasilitas ”find” dengan menekan CTRL + W dan isikan yg akan dicari. http_port 3128 transparent cache_mem 16 mb cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256 cache_mgr pudja@debian.edu visible_hostname proxy.debian.edu

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 14

Kemudian cari tulisan “acl CONNECT”, dan tambahkan; acl url dstdomain "/etc/squid/url" acl key url_regex -i "/etc/squid/key" http_access deny url http_access deny key acl lan src 192.168.1.0/24 http_access allow lan http_access allow all Cari kata http_access deny all (ada 2), kemudian semuanya di tambah tanda “#” di depannya untuk menDisable. c. Buat file untuk blokir situs.  Situs (Alamat URL). debian:~# vim /etc/squid/url Misalkan yang akan diblokir adalah facebook maka ketikkan www.facebook.com setelah selesai membuat daftar situs-situs yang di blokir simpanlah file tersebut.  Search Method (Daftar Kunci). Buat file untuk blokir situs. debian:~# vim /etc/squid/key Misalkan kata yang di blokir adalah sex maka ketikkan sex pada daftar dan simpan file. d. Buat SWAP debian:~# squid –z e. Redirect port 80 ke port 3128 debian:~# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -p tcp –destination-port 80 -j REDIRECT –to-ports 3128 debian:~# iptables-save f. Restart for finishing debian:~# /etc/init.d/networking restart debian:~# /etc/init.d/squid restart Jika ingin melihat aktifitas user/client, gunakan Squidview. debian:~# apt-get install squidview

STREAMING Server (Video)

Ada banyak sekali CMS yang bisa dipakai untuk Video Streaming Server. Mengapa saya bilang video, karna ada juga yg hanya Audio Streaming Server. Untuk video streaming, kita bisa menggunakan OsTube, PHPMotion, Icecast, Xmoove dll. Tapi kali ini kita akan menggunakan OsTube.

a. Extract file Ostube.tar.gz yang baru saja anda download. debian:~# tar xfv osTube.tar.gz debian:~# cp –R osTube/ /var/www/ostube/ (copy to web server direktory) debian:~# mv osTube/ /var/www/ostube/ (or move to web server direktoy) b. Buat sub-domain untuk Ostube. Tambahkan sub-domain ostube, pada file forward yg berada pada DNS server. debian:~# vim /var/cache/bind/db.debian

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 15

c. Buat VirtualHost. debian:~# cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/ostube debian:~# vim /etc/apache2/sites-available/ostube

d. Aktifkan osTube virtual host. debian:~# cd /etc/apache2/sites-available/ debian:~# a2ensite ostube e. Restart web dan dns server. debian:~# /etc/init.d/apache2 restart debian:~# /etc/init.d/bind9 restart f. Installasi osTube via web Browser. Buka webBrowser, dan pergi ke http://ostube.debian.edu maka akan tampil seperti berikut.

Eitsss, bahasa jerman?? Jangan kaget dulu, klik icon bendera inggris di pojok kanan atas, agar lebih mudah dimengerti. Jika PHP CLI error, install dahulu dependencinya. debian:~# apt-get install php5-cli Jika Upload_Max_Filesize error, rubah dulu defaultnya. debian:~# nano /etc/php5/apache2/php.ini

Cari dan ganti baris berikut di atas, kemudian Refresh web browser anda. g. Buat Database.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 16

h. Pastikan paket depedensi ostube terInstall.

debian:~# apt-get install ruby mplayer Untuk paket Mencoder dan FLVTool2, jika tidak bisa di install, berarti repository anda tidak memiliki paket tersebut. Sehingga anda harus mengganti ke repository lain, kemudian install. debian:~# apt-get install mencoder flvtool2

Hapus direktori install/ pada direktori osTube. debian:~# rm –rf /var/www/ostube/install/

Selesai, anda bisa menggati template. Dan silahkan mengUpload video, audio, picture, ataupun dokumen (pdf).

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 17

VPN Server

Virtual Private Network, berfungsi untuk membuat tunnel (terowongan) pada jaringan berskala besar (internet), sehingga bisa menghubungkan jaringan lokal yang sangat jauh.

a. Install paket pptpd atau openvpn. debian:~# apt-get install pptpd b. Edit file konfigurasi pptpd.conf debian:~# vim /etc/pptpd.conf Cari dan hilangkan tanda “#” pada baris berikut : localip 192.168.0.1 remoteip 192.168.0.234-238,192.168.0.245 # or # localip 192.168.2.0 # remoteip 192.168.2.2-238,192.168.2.245 Note : localip adalah ip server anda ketika berada di mode virtual network remoteip adalah ip client anda yang akan diberikan ketika anda menggunakan VPN c. Menambah User VPN debian:~# vim /etc/ppp/chap-secrets Kemudian tambahkan user seperti berikut; # Secrets for authentication using CHAP # client server secret IP addresses username pptpd password *

NB: username ganti dengan username yg anda mau. password juga sama dengan diatas. asterik (*) pada kolom IPAddress menandakan user ini boleh login dari ip mana aja. d. Restart ”pptpd”. debian:~# /etc/init.d/pptpd restart Pastikan semuanya sudah berjalan, dan pastikan Nat Server active.

VoIP Server (Voice over Internet Protocol)

VOIP atau yang sering disebut dengan IP Telephony merupakan teknologi komunikasi yang memanfaatkan internet protocol untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronik dan realtime. Sehingga dari segi biaya pemakaian teknologi ini lebih murah dibandingkan dengan PSTN. Disamping suara, VOIP juga digunakan untuk komunikasi gambar dengan lebih dari dua client ( teleconference ) secara multipoint. VOIP menggunakan protokol standard SIP yang dapat melaukan metode NAT ( network address translation ). a. Install paket asterisk. Beberapa tools yang diperlukan oleh asterisk antara lain : compiler gcc, make, bison, ncurses-devel, openssl-devel dan zlib-devel. Maka perlu dilakukan proses instlasi program aplikasi VOIP menggunakan Asterisk. Program ini merupakan open source yang dapat didownload melalui alamat website http://www.asterisk.org. Proses instalalasi adalah sebagai berikut : debian:~# tar –zxf asterisk-1.2.tar.gz debian:~# tar –zxf asterisk-sounds-1.2.1.tar.gz. debian:~# cd asterisk-1.2.13 debian:~# make && make install && make samples debian:~# cd asterisk-sounds-1.2.1 debian:~# make install Setelah proses kompilasi diatas tidak terjadi kesalahan ( no error ) maka proses berikutnya adalah konfigurasi.

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 18

b. Konfigurasi Asterisk Setelah proses instalasi Asterisk selesai, maka terdapat dua file penting yang harus dikonfigurasi dan ditambahkan sesuai dengan kondisi jaringan yang ada. Kedua file tersebut antara lain : File sip.conf , yang harus ditambahkan dalam file ini adalah :

[129] ; jurusan elektro ( disesuaikan dengan no earphone jurusan ) type = friend context = default host = dynamic username = 129 secret = elektro

[128] ; jurusan mesin type = friend context = default host = dynamic username = 128 secret = mesin

Konfigurasi lain yang perlu ditambahkan dalam file sip.conf yaitu pengaturan prioritas codec, pengaturan video support dan pengaturan NAT ( Network Address Translation ). Untuk codec dan video support dituliskan dalam blok general seperti dibawah ini :

disallow = all ; awalnya seluruh codec dinonaktifkan allow = gsm allow = ilbc allow = ulaw allow = h261 ; codec untuk video support allow = h263 videosupport = yes ; pengkatifan video call dan conference

Sedangkan untuk pengaturan NAT ditulis per extension, bukan pada blok general seperti dibawah : nat = yes ; extension atau trunk berada dibelakang NAT canreinvite = no ; seluruh komunikasi diatur melalui proxy qualify = yes ; kirim SIP dengan tempo tertentu agar NAT tetap aktif

File kedua yang harus dikonfigurasi dan ditambahkan adalah extension.conf, dengan tambahan seperti dibawah ini : exten => 129,1,Dial(SIP/129) exten => 129,2, Hangup exten => 128,1,Dial(SIP/129) exten => 128,2, Hangup exten => 130,1,Dial(SIP/129) exten => 130,2, Hangup exten => 166,1,Dial(SIP/129) exten => 166,2, Hangup

Dial plan diatas menjelaskan bahwa apabila nomor 129 di dial oleh pengguna, maka prioritas 1 adalah (SIP/129) yang artinya hubungi nomor 129 pada sip.conf. Jika sudah selesai, jalankan prioritas kedua yaitu Hangup-Line. Demikian seterusnya untuk nomor – nomor yang lain.

c. Admininistrasi Asterisk Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka tahap berikutnya adalah menjalankan program asterisk dari console linux, yaitu dengan mengetikan perintah dibawah ini : debian:~# asterisk

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 19

Untuk menguji apakah program asterisk sudah berjalan di daemon linux, maka perlu di cek menggunakan perintah : debian:~# ps ax | grep asterisk 1212 tty0 asterisk ; indikasi bahwa asterisk sudah berjalan di daemon linux Apabila ada perubahan pada file – file konfigurasi, asterisk perlu di reload dengan menjalankan perintah sebagai berikut : debian:~# asterisk –rx reload ; memanggil program asterisk dengan konfigurasi baru. debian:~# asterisk –rx stop now ; menghentikan program asterisk sementara debian:~# killall asterisk ; menghentikan seluruh program asterisk

d. Implementasi jaringan VOIP Untuk mengimplementasikan jaringan VOIP dibutuhkan beberapa peralatan yang harus dipasang di masing – masing PC client antara lain : sound card, web – cam, headset dan softphone x-lite. Khusus untuk softphone x-lite, setelah program x-lite terinstall, perlu dilakukan konfigurasi program yang disesuaikan dengan konfigurasi server, antara lain : Display name : elektro User name : 129 Password : elektro Domain : 192.168.1.1 ; IP address server Setelah x-lite terkonfigurasi dengan benar, maka perlu di uji coba jaringan VOIP antara jurusan elektro dengan jurusan teknik industri yang hasilnya seperti dibawah ini :

Uji coba jaringan VOIP

Karena sudah disediakan beberapa user name untuk jurusan lain, maka uji coba jaringan VOIP untuk jurusan lain prosedurnya sama dengan cara diatas. Untuk merealisasikannya, server VOIP harus dihubungkan ke router fakultas teknik sebagaimana yang ditunjukkan dalam metode penelitian. Dimana router fakultas teknik mempunyai konfigurasi IP sebagai berikut : IP DNS : 10.10.1.5 IP address : 10.10.3.193 IP netmask : 255.255.255.224

Karena IP network antara jaringan VOIP dengan jaringan yang dimiliki oleh router teknik berbeda, maka didalam server VOIP harus ditambahkan routing table, agar jaringan VOIP dengan jaringan router fakultas teknik dapat saling terhubung. Untuk membuat routing table didalam jaringan VOIP, digunakan cara manual dengan mengetikkan perintah dibawah ini : # route –n add net 10.10.3.192 gateway 10.10.3.207 eth1 Untuk melihat hasil dari routing table yang baru menggunakan perintah : # netstat –nr

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 20

PRINTER Server Kita dapat menjadikan Linux sebagai server printer sharing. Proses konfigurasinya harus dilakukan sebagai user root. Pada distro Ubuntu/Debian, buka terminal.

debian:~# vim /etc/samba/smb.conf

Beberapa baris yang harus diedit adalah;

 Pada bagian authentikasi, security diisikan menjadi security = share  Pada bagian authentikasi, encrypt passwords = true  Pada bagian authentikasi, guest account = nobody  Pada bagian printing, load printers = yes  Pada bagian printing, printing = cups  Pada bagian printing, printcap name = cups  Pada bagian share definition, tag printers, browseable = yes  Pada bagian share definition, tag printers, public = yes

Anda dapat memasukkan beberapa konfigurasi tambahan untuk memastikan samba berjalan lancar, sebagai berikut;

 Pada bagian networking, nilai interface-nya diisi dengan kondisi mesin saat itu  Pada bagian global – browsing identification, berikan nilai baru bernama netbios name dengan nama yang diinginkan. Paling mudah, nama pengguna dari komputer tersebut

Berikut contoh file konfigurasi samba server yang telah di modifikasi;

#======================= Global Settings =======================

[global]

## Browsing/Identification ###

# Change this to the workgroup/NT-domain name your Samba server will part of workgroup = JokamNetwork

# server string is the equivalent of the NT Description field netbios name = PUDJA_01 server string = %h server (Samba, Ubuntu)

# Windows Internet Name Serving Support Section: # WINS Support - Tells the NMBD component of Samba to enable its WINS Server ; wins support = no (dst…)

#### Networking ####

# The specific set of interfaces / networks to bind to # This can be either the interface name or an IP address/netmask; # interface names are normally preferred ; interfaces = 127.0.0.0/8 eth0 interfaces = 192.168.1.1/24 eth0 (dst…)

####### Authentication #######

# "security = user" is always a good idea. This will require a Unix account # in this server for every user accessing the server. See # /usr/share/doc/samba-doc/htmldocs/Samba3-HOWTO/ServerType.html

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 21

# in the samba-doc package for details. security = share

# You may wish to use password encryption. See the section on # 'encrypt passwords' in the smb.conf(5) manpage before enabling. # encrypt passwords = true

# If you are using encrypted passwords, Samba will need to know what # password database type you are using. passdb backend = tdbsam

obey pam restrictions = yes

guest account = nobody invalid users = root (dst…)

########## Printing ##########

# If you want to automatically load your printer list rather # than setting them up individually then you'll need this load printers = yes

# lpr(ng) printing. You may wish to override the location of the # printcap file ; printing = bsd ; printcap name = /etc/printcap

# CUPS printing. See also the cupsaddsmb(8) manpage in the # cupsys-client package. printing = cups printcap name = cups

# When using [print$], root is implicitly a 'printer admin', but you can # also give this right to other users to add drivers and set printer # properties ; printer admin = @lpadmin

======================= Share Definitions =======================

# Un-comment the following (and tweak the other settings below to suit) # to enable the default home directory shares. This will share each # user's home directory as serverusername ;[homes] ; comment = Home Directories ; browseable = no (dst…)

[printers] comment = All Printers browseable = yes path = /var/spool/samba printable = yes public = yes writable = no create mode = 0700

# Windows clients look for this share name as a source of downloadable # printer drivers [print$]

www.jokamIT.co.cc | Membuat Server dengan Linux 22

comment = Printer Drivers path = /var/lib/samba/printers browseable = yes read only = yes guest ok = no (dst…)

Dan coba dari PC Client, apakah Printer Server anda sudah berhasil atau belum.

Konfigurasi IP Address Alias Dengan Ip Alias, kita dapat memiliki dua virtual interface, dalam satu ethernet. debian:~# vim /etc/network/interface

Interface eth0:1 adalah interface virtual, jika anda ingin menambahkan lagi, tinggal beri nama eth0:2, eth0:3, eth0:4, dan seterusnya..

NMAP (Admin Jaringan)

NMAP adalah Network Mapping tool, dengan tool ini, kita dapat melihat setiap komputer pada jaringan lokal kita. debian:~# apt-get install nmap a. Scan komputer di jaringan lokal. debian:~# nmap –sP 192.168.100.0/24 atau, debian:~# nmap –sP 192.168.100.10-100 b. Scan Port dan Os Detection debian:~# nmap –A 192.168.100.1

FAQ (Frequently Asked Question) Troubleshooting yang sering terjadi di lapangan.  Menghapus direktori beserta isinya. debian:~# rm –rf /home/share/  Memindahkan direktori beserta isinya. debian:~# mv /home/share/ /etc/paste/  Bind9 failed ketika direstart. Remove semua dependency yang berkaitan dengan bind9 dengan SYNAPTIC. Kemudian install lagi.  Multiple Website. debian:~# vim /etc/apache2/conf.d/virtual.conf dan tulis, NameVirtualHost *  Jika website dibuka, ada pilihan DOWNLOAD. Remove paket php5 beserta dependensinya, kemudian install lagi.  Proftpd failed ketika direstart. Masuk melalui GUI (Graphic User Interface) dgn GNOOME, kemudian pilih System > Administration > Network. Ganti nama komputer sesuai dengan DNS Anda.
Read more »»  

Installasi DNS






Instalasi DNS

1. Setting IP Address (Interfaces) a. Cek status Network Interfaces ifconfig

b. Setting file “Interfaces” pico /etc/network/interfaces

[KETIKAN] auto lo iface lo inet loopback

auto eth0 allow-hotplug eth0 iface eth0 inet static address 192.168.10.1 netmask 255.255.255.252

[SAVE]

c. Restart Networking /etc/init.d/networking restart

d. Sumber Belajar http://www.debian.org/doc/manuals/debian-reference/ch05.en.html 2. Setting CD di apt-get a. Aktifkan CD di VMware Pastikan CD telah aktif dan berisi DVD debian 5.

b. Setting apt-get repository apt-cdrom add

3. Instalasi bind9 a. Install bind9 apt-get install bind9

b. Berpindah ke direktori bind9 cd /etc/bind

c. Backup file “named.conf” cp named.conf named.conf.backup

4. File: named.conf pico named.conf

[KETIKAN sebelum include “/etc/bind/named.conf.local”]

zone "nol.com" { type master; file "/etc/bind/db.nol"; }; zone "10.168.192.in-addr.arpa" { type master; file "/etc/bind/db.nol.rev"; };

[SAVE]

5. File: db.nol a. Gandakan file db.0 menjadi db.nol cp db.0 db.nol

b. Setting file db.nol pico db.nol

[EDIT seperti Gambar di Bawah ini]

[SAVE]

6. File: db.nol.rev a. Gandakan file db.0 menjadi file db.nol.rev cp db.0 db.nol.rev

b. Setting file db.nol.rev pico db.nol.rev

[EDIT seperti Gambar di Bawah ini]

[SAVE]

7. File: resolv.conf pico /etc/resolv.conf

[GANTI menjadi]

[SAVE]

8. Restart bind9 /etc/init.d/bind9 restart

9. Test DNS

nslookup nol.com

nslookup 192.168.10.1
Read more »»  

Selasa, 02 Oktober 2012

Award Bios


Award BIOS / CMOS Setup
Awad BIOS adalah setup BIOS untuk Award BIOS v6.00PG. Jika Anda memiliki versi yang berbeda Award BIOS mereka akan menjadi banyak kesamaan. Jika Anda AMI BIOS atau Phoenix BIOS maka fitur umum akan memiliki beberapa kesamaan. Apapun BIOS yang anda miliki, ini panduan setup harus memberikan Anda ide tentang bagaimana untuk setup BIOS. Harap dicatat bahwa pengaturan BIOS tidak benar dapat menyebabkan kerusakan sistem, oleh karena itu disarankan agar Anda juga mengikuti panduan BIOS yang disediakan pada manual motherboard Anda. Jika Anda memutuskan untuk membuat perubahan untuk pilihan tertentu lebih aman untuk membuat catatan dari apa yang Anda telah berubah. Kemudian restart sistem untuk melihat bagaimana melakukan. Jika sistem berperilaku normal atau menjadi tidak stabil Anda dapat kembali kembali ke pengaturan sebelumnya.
Softmenu III
Softmenu III adalah di mana Anda dapat mengatur sampai CPU tanpa pengaturan jumper pada motherboard. Anda dapat setup CPU hanya dengan memilih kecepatan yaitu Pentium III 750 dari daftar. Hal ini memastikan bahwa bus CPU, multiplier, dll tegangan, diatur dengan benar untuk itu CPU tertentu. Namun Anda dapat secara manual setup masing-masing fitur jika diperlukan. Setelah Anda selesai dengan setup tekan ESC untuk kembali menu sebelumnya.

Fitur CMOS Standar
Di sini Anda dapat setup BIOS fitur dasar seperti tanggal, waktu, jenis disket dll Gunakan tombol panah untuk bergerak dan tekan enter untuk memilih opsi yang diperlukan. Anda dapat menentukan apa perangkat IDE Anda miliki seperti Hard drive, CD-ROM, ZIP drive yang lain-lain Cara termudah untuk setup perangkat IDE adalah dengan meninggalkan set ke auto. Hal ini memungkinkan BIOS untuk mendeteksi perangkat secara otomatis sehingga Anda tidak perlu melakukannya secara manual. Di bagian bawah, juga menampilkan total memori di sistem anda.
Fitur BIOS Lanjutan
Seperti yang dapat Anda lihat dari gambar 3, ada pengaturan sebelumnya banyak yang dapat Anda pilih jika diperlukan. Untuk sebagian besar kasus meninggalkan pengaturan default harus memadai. Seperti Anda dapat melihat perangkat boot pertama diatur ke disket. Hal ini memastikan bahwa floppy disk dibaca pertama ketika sistem boot, dan karena itu dapat boot dari disk boot jendela. Perangkat boot kedua adalah Hard disk dan ketiga diatur ke LS120. Jika Anda ingin boot dari CD bootable maka Anda dapat mengatur perangkat boot ketiga ke CD / DVD-ROM.
Fitur Chipset Lanjutan
Di sini Anda dapat mengatur isi dari buffer chipset. Hal ini erat kaitannya dengan perangkat keras dan karena itu dianjurkan bahwa Anda meninggalkan pengaturan default kecuali anda tahu apa yang Anda lakukan. Memiliki pengaturan yang salah dapat membuat sistem anda tidak stabil. Jika Anda tahu bahwa Anda dapat menangani SDRAM CAS 2, kemudian membuat perubahan dapat mempercepat waktu memori. Jika Anda memiliki 128MB SDRAM maka jumlah maksimum memori kartu AGP dapat Anda gunakan adalah 128MB.
Inegrated Peripherals
Menu ini memungkinkan Anda untuk mengubah I / O berbagai perangkat seperti kontroler IDE, port serial, port paralel, dll Keyboard Anda dapat membuat perubahan yang diperlukan.
Pengaturan Manajemen Daya
Manajemen daya memungkinkan Anda untuk men-setup fitur penghematan daya berbagai, ketika PC sedang dalam mode siaga atau menangguhkan.
PnP / PCI Konfigurasi
Menu ini memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi slot PCI Anda. Anda dapat menetapkan itu IRQ untuk PCI slot berbagai. Dianjurkan agar Anda meninggalkan pengaturan default karena dapat mendapatkan sedikit rumit main-main dengan IRQ tersebut.
PC Health Status
Menu ini menampilkan suhu CPU saat ini, kecepatan kipas, voltase dll Anda dapat mengatur suhu peringatan yang akan memicu alarm jika CPU melebihi suhu tertentu.

Fail-Safe beban Default
Jika Anda membuat perubahan pada BIOS dan sistem anda menjadi tidak stabil sebagai hasilnya, Anda dapat mengubahnya kembali ke default. Namun jika Anda membuat banyak perubahan dan tidak tahu mana yang menyebabkan masalah. Anda terbaik adalah untuk memilih pilihan "Load Default Fail Safe Mode" dari menu BIOS. Progam Ini menggunakan pengaturan kinerja minimal, namun secara sistem akan dijalankan dengan cara yang stabil. Dari kotak dialog Pilih "Y" diikuti dengan enter untuk memuat Fail-Safe Default.
1.jpg

Beban Default Dioptimalkan
Seperti mode Fail-Safe di atas, opsi ini beban pengaturan default BIOS, tapi menjalankan sistem pada kinerja yang optimal. Dari kotak dialog Pilih "Y" diikuti dengan enter untuk memuat Default Dioptimalkan.
bios_optimized.jpg




Set Password
Anda dapat menentukan password. Pastikan Anda tidak lupa password atau Anda tidak dapat mengakses BIOS. Satu-satunya cara Anda dapat mengakses BIOS adalah dengan ulang itu menggunakan jumper reset pada motherboard.
bios_password.jpg
Simpan dan Keluar Pengaturan
Untuk menyimpan perubahan yang dibuat untuk BIOS Anda harus memilih opsi ini. Dari kotak dialog pilih "Y".
bios_save.jpg
Keluar tanpa Menyimpan
Jika Anda tidak ingin menyimpan perubahan yang dibuat ke BIOS, pilih "N" dari kotak dialog.
bios_save.jpg


 


AMIBIOS (AMI BIOS)

AMIBIOS adalah salah satu merek asli dari dasar input / output sistem (BIOS) Chip dan mungkin chip BIOS yang paling sering dipasang di komputer pribadi saat ini. Nama "AMIBIOS" adalah salah satu pesan yang mungkin flash di layar ketika Anda menghidupkan komputer Anda. AMIBIOS dibuat oleh Amerika di Norcross Megatrends, Georgia, yang juga membuat array berlebihan dari sistem disk independen, motherboard dan produk lainnya.









BIOS
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).

ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS. Tipe ROM Cara penulisan Dapat dihapus Jenis BIOS Mask ROM Photolithography Tidak ROM BIOS Programmable ROM (PROM) PROM Writer Tidak ROM BIOS Erasable PROM EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening. ROM BIOS Electricly EPROM EEPROM/EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. ROM BIOS Flash ROM EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer. Flash BIOS Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saat NVRAM mengalami kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya

            Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.


























Read more »»